Selasa, 18 Maret 2014

Laut Indonesia dan Potensi Energinya


Indonesia. Satu kata tersebut terdengar tak asing bagi telinga kita. Ya benar, Indonesia. Indonesia adalah negeri kita tercinta. Negeri yang dimana – mana selalu ada, apapun itu. Minyak bumi, batu bara, gas, emas, tembaga, suku bangsa yang beribu macamnya, bahasa daerah yang ratusan ribu jumlahnya, tak terkecuali lautnya. Lautnya ini juga tak kalah banyak kandungannya daripada daratannya.
Energi. Energi pun tak kalah terkenalnya dengan nama negara kita, yaitu Indonesia. Ada dua macam energi selama ini, yaitu energi tak-terbarukan dan tentunya energi yang terbarukan. Seluruh kegiatan manusia selalu membutuhkan energi, terkhusunya di masyarakat secara umum energi yang sering dipakai adalah energi yang tak-terbarukan. Mobil menghabiskan bensin, motor pun tak kalah juga dengan mobil dalam porsi penghabisan bensin ini. Pembangkit listrik di Indonesia yang masih banyak menggunakan batu bara dalam proses penggerakan generatornya melalui uap yang ditimbulkan dari hasil pembakaran batu bara tersebut. Semua kegiatan manusia masih menggunakan energi yang tak-terbarukan tersebut.
Mungkin ada beberapa orang – orang yang kreatif di negara kita ini yang tak turut andil menjadi “budak energi”. Mereka banyak yang sudah membuat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga angin, tenaga cahaya matahari, dan bahkan ada yag menggunakan biogas. Namun karena sebagian membutuhkan biaya yang tidak cukup sedikit, energi yang terbarukan tersebut masih dinikmati oleh orang – orang berduit saja.
Yang lebih disayangkan lagi adalah, industri dari energi tak-terbarukan ini begitu “seksi” sehingga menyilaukan semua orang. Begitu juga dengan Pemerintah Indonesia sendiri. Pemerintah begitu terpukau dengan industri tersebut. Namun lagi – lagi, yang juga sangat – sangat disayangkan. Hampir semua industri yang bergerak di bidang tersebut semuanya dikuasai oleh “orang lain”. Padahal jelas tertulis dalam UUD 1945 yang notabene menjadi konstitusi dasar bagi negara Indonesia bahwa bumi, air dan seisinya dikuasai oleh negara. Mungkin berbeda penafsiran, antara saya dengan “oknum” pemerintah Indonesia. Mereka menganggap bahwa memang benar bumi, air dan seisinya dikuasai oleh negara, jadi ya bebas, “negara” mau berbuat apa ya terserah “negara”, lha wong memang dia yang menguasai. Semoga Tuhan membukakan mata hati mereka dan memberikan hidayah yang seluas – luasnya. Aamiin.
Kembali di topic bahasan awal. Indonesia, negara kita yang paling kita cintai, katanya sih negara maritime, negara dengan luas laut yang begitu besar. Akan tetapi, dalam prakteknya hampir nol pemanfaatannya, penjagaannya, dan perlindungannya. Krisis energi yang sedang digembar – gemborkan oleh “orang – orang pinter” di sana akan benar – benar terjadi, mengingat selama ini energi tak-terbarukan yang dipakai akan segera habis.
Laut yang memang diberikan oleh Tuhan kepada kita bukan sekedar pelengkap wilayah negara kita. Namun lebih jauh lagi, Dia menginginkan kita sebagai negara yang paling beruntung karena memiliki luas wilayah laut terluas untuk dimafaatkan seluas – luasnya bagi kesejahteraan masyarakatnya.
Banyak yang bisa kita dapatkan dari laut, yang paling gampang dan paling sering kita manfaatkan adalah ikan dan garam. Namun laut bukan cuma ikan dan garam. Sesungguhnya masih banyak sekali yang bisa kita dapatkan dari laut.
Wilayah laut Indonesia memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan, salah satunya sebagai sumber energi listrik. Meski sejumlah penelitian mengenai pemanfaatan potensi laut untuk kebutuhan energi sudah lama dilakukan, namun hal itu sama sekali belum mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia untuk dikembangkan.
Hal itu dapat dibuktikan dengan tidak adanya Blue Print mengenai pengelolaan dan pemanfaatan energi laut. Pemerintah sampai dengan tahun 2010 tidak mengakomodasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya energi laut. (Mukhtasor;merdeka.com).
Hal tersebut sungguh sangat miris mengingat negara kita tercinta ini memiliki wilayah hampir seluruhnya merupakan wilayah laut. Mungkin kalau laut kita mulai diusik oleh “tetangga yang bising”, baru kita semua, pemerintah khususnya, gembar – gembor. Itupun selesai gangguan bakalan ditinggal dan tidak diurusi kembali. Sungguh miris negeriku.
Meskipun demikian ada beberapa pihak yang memang peduli terhadap lautan kita terus melakukan desakan, penelitian, dan lokakarya pemanfaatan energi laut untuk sumber daya energi negeri kita.
Menurut Prof. Mukhtasor, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dan Ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI), Pijakan pengembangan energi laut sebenarnya telah tersedia dalam UU No. 30/2007 tentang Energi maupun UU No. 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Namun kenyataanya, peta jalan pengembangan energi laut dan  Rencana Umum Kelistrikan Nasional belum mengakomodasi pemanfaatan energi laut. Keadaan ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya belum tersedianya informasi potensi energi laut yang secara ekonomis  dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Bahkan para ahli terkait mengidentifikasi secara teoritis, total sumberdaya energi laut nasional sangat melimpah yaitu mencapai 727.000 MW. Energi yang begitu besar itu terdiri dari energi dari jenis panas laut, gelombang laut dan arus laut. Namun demikian, potensi energi laut yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan teknologi sekarang dan secara praktis memungkinkan untuk dikembangkan, berkisar antara 49.000 MW. Diantara potensi sedemikian besar tersebut, industri energi laut yang paling siap adalah industri berbasis teknologi gelombang dan teknologi arus pasang surut, dengan potensi praktis sebesar 6.000 MW. (esdm.go.id)
Hasil fantastis tersebut dihasilkan dari perhitungan yang hati – hati dari survey lapangan yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL). Mungkin kalau ditinjau dari survey berdasarkan potensi dan yang bisa dihasilkan dalam waktu dekat sangat sedikit, yaitu berkisar 6.000 MW. Namun lebih dari itu, kabar baik ini menjadi titik terang dari kedaulatan laut kita dan tentunya akan ada hari yang cerah untuk energi masa depan kita. Dengan begitu tak akan ada lagi yang meremehkan dan menganggap laut Indonesia yang notabene jadi khasnya negara kita, sebagai tempat pembuangan.
Dan yang menjadi kabar gembira adalah untuk pertama kalinya di Indonesia, Peta Potensi Energi Laut Nasional yang telah ditandatangani oleh Menteri ESDM Jero Wacik, diresmikan penggunaannya oleh Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo, di Graha Sepuluh Nopember, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jum’at, 7 Maret 2014. Peresmian peta potensi energi laut tersebut bertepatan dengan Kuliah Umum Energi Laut oleh Wamen ESDM di kampus ITS, sekaligus penandatanganan kerjasama antara Badan Litbang ESDM dan ITS, serta persiapan pelaksanaan pilot percontohan energi laut di Indonesia, yang merupakan amanat dari Kebijakan Energi Nasional yang diusulkan Dewan Energi Nasional dan telah disetujui oleh DPR.(den.go.id)
Dalam kuliah umumnya, Wamen Susilo optimis bahwa dengan diresmikannya peta potensi ini, Indonesia memiliki satu basis data yang sama secara nasional sebagai pedoman pengembangan energi laut sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang Energi, nomor 30/2007. Klasifikasi potensi energi laut dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu potensi teoritis, potensi teknis dan potensi praktis. Pemetaan potensi energi laut tersebut dilaksanakan oleh Badan Litbang ESDM bekerjasama dengan ASELI (Asosiasi Energi Laut Indonesia) dan berbagai kementerian/lembaga dan perguruan tinggi, yaitu Puslitbang Geologi Kelautan (PPPGL), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).(den.go.id)
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), yang sekaligus sebagai Ketua ASELI dan Guru Besar ITS, Prof. Dr. Mukhtasor menjelaskan bahwa peta potensi energi laut yang diresmikan oleh Pemerintah pada 2014 ini adalah hasil pemutakhiran data dari eksplorasi energi laut yang sebelumnya telah diratifikasi oleh ASELI pada tahun 2011. “Selama tiga tahun terakhir, kegiatan nasional eksplorasi sumber energi laut dari jenis arus laut, gelombang laut dan panas laut sangat intensif dilakukan oleh Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan,  BPPT dan Perguruan Tinggi. Dan secara nasional, kita mendapatkan peningkatan sekitar 24%, dimana potensi praktis energi laut pada tahun 2011 yang lalu sebesar 49.000 MW meningkat menjadi lebih dari 60.000 MW pada tahun 2014”, Mukhtasor menjelaskan. (den.go.id)
Pengembangan energi laut sudah menjadi keniscayaan, mengingat besarnya potensi energi yang terkandung dalam laut Indonesia. Dengan telah disetujuinya Kebijakan Energi Nasional yang baru, energi laut telah mendapatkan tempat strategis dalam peta energi Indonesia, untuk dikembangkan sejajar dengan jenis energi yang lain.
Layaknya pengembangan energi yang lain, pengembangan energi laut tidak bisa hanya tergantung pada besar potensi yang terkandung, maupun teknologi yang tersedia. Pengembangan energi laut juga harus memberi perhatian pada peningkatan kapasitas (SDM) dalam hal penguasaan dan pemanfaatan energi laut.
Hal tersebut dijawab dengan adanya kerjasama dari perguruan tinggi di Indonesia yaitu ITS, yang katanya perguruan tinggi yang meng-khususkan ke bidang kelautan, bekerja sama dengan perguruan tinggi yang berada di Inggris yaitu RGU untuk membuka program pasca sarjana bidang Teknik dan Managemen Energi Laut. Tentunya ini akan memberikan harapan yang begitu besar bahwasanya kedaulatan energi dan laut benar – benar akan terwujud. Mulai dari pemanfaatannya dari apa yang kita punya, tentunya tidak akan habis dan yang terpenting semua itu bakalan dikuasai oleh orang – orang kita, orang dari bangsa kita tercinta.
Namanya hal yang baru (sebenarnya sudah lama, tapi kita saja yang belum bisa memanfaatkannya), sebagian orang ragu akan potensi itu oleh karena menganggap bahwa tantangan kesulitan dilaut belum mampu dikelola dengan kemajuan teknologi yang ada. Namun keraguan beberapa pihak tersebut dibantah oleh Dr. Ir. Erwandi, Kepala Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPH-BPPT). Menurut beliau, teknologi energi laut di dunia Internasional telah berkembang pesat. BPPT telah mulai melakukan pengkajian jenis-jenis teknologi ini untuk kemungkinan diterapkan di Indonesia. BPPT dan perguruan tinggi seperti ITS dan ITB juga telah mengembangan jenis teknologi energi laut dalam negeri untuk mengembangkan kemampuan nasional dibidang industri energi laut. pihaknya optimis bahwa potensi energi laut yang telah diidentifikasi dan diratifikasi oleh para ahli ini dapat menjadi pegangan pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat realisasi pemanfaatan energi laut di Indonesia. (esdm.go.id)
Satu lagi yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memang mendapatkan anugrah Tuhan yang begitu luar bisaa banyaknya. Apa yang dilakukan oleh beberapa pihak tersebut menjadi sia – sia jikalau dari pihak bangsa sendiri tidak bisa menggunakannya secara bijak dan tentunya tidak mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar